Check these out!

and also...

Hi there....

hello

Thursday, October 22, 2009

How To Help Those Who Hurt

When I have asked suffering people, “Who helped you?” not one person has mentioned a PhD from a prestigious seminary or a famous philosopher. All of us have the same capacity to help those who hurt.

No one can package or bottle the “appropriate” response to suffering. If you go to the sufferers themselves, some will recall a friend who cheerily helped distract them from their illness. Others think such an approach insulting. Some want honest, straightforward talk; others find such discussion unbearably depressing.

There is no magic cure for a person in pain. Mainly, such a person needs love, for love instinctively detects what is needed. Jean Vanier, who founded the L’Arche movement for the developmentally disabled, says: “Wounded people who have been broken by suffering and sickness ask for only one thing: a heart that loves and commits itself to them, a heart full of hope for them.”

Such a love may be painful for us. But real love, the apostle Paul reminds us, “Bears all things, believes all things, hopes all things, endures all things” (1 Cor. 13:7).

As is so often His pattern, God uses very ordinary people to bring about His healing. Those who suffer don’t need our knowledge and wisdom, they need our love. — Philip Yancey

O brother man, fold to thy heart thy brother!
Where pity dwells, the peace of God is there;
To worship rightly is to love each other,
Each smile a hymn, each kindly deed a prayer. —Whittier

They do not truly love who do not show their love. —Shakespeare

Monday, June 15, 2009

My hard time...

“It is likely that you need to confess some hidden anger and resentment at God for certain areas of your life where you have felt cheated or disappointed. Until we mature enough to understand that God uses everything for good in our lives, we harbor resentment toward God over our appearance, background, unanswered prayers, past hurts, and other things we would change if we were God. People often blame God for hurts caused by others. This creates what William Backus calls your hidden rift with God.
Bitterness is the greatest barrier to friendship with God; why would I want to be God’s friend if he allowed this? The antidote, of course, is to realize that God always acts in your best interest, even when it is painful and you don’t understand it. But releasing your resentment and revealing your feeling is the first step to healing. As so many people in the bible did, tell God exactly how you feel.”
~The Purpose Driven Life; Chapter 12~
By Rick Warren

Beberapa hari kebelakangan ini, saya telah mengalami banyak cabaran, dugaan yang mana boleh menghancurkan iman saya kepada Tuhan. Saya amat bersyukur kerana mempunyai teman-teman yang amat prihatin, mendorong saya dan menyokong saya dalam doa. Apa yang saya pelajari daripada masa-masa berat yang saya lalui,Tuhan mahu membentuk saya menjadi peribadi yang lebih sempurna. Saya amat diberkati dengan kata-kata seorang daripada teman-teman saya yang mengatakan, “Tuhan mengizinkan kesukaran yang kita alami sekarang ini untuk persediaan menerima sesuatu yang lebih indah”. Saya imani ini kerana dalam firman Tuhan mengatakan.. “For I know the plans I have for you, declares the Lord, Plans to give you hope and a future” ~Jeremiah 29:11.

Selama hidup saya, saya tidak pernah mengalami penolakkan secara total, khususnya dalam BGR relationship. Apa yang saya fikir adalah, saya sudah memenuhi criteria sebagai seorang wanita dan tidak mungkin akan mengalami keruntuhan dalam BGR. Saya selalu mendoakan perhubungan kami, berdoa untuk masa depan kami, pekerjaan kami, malah kesatuan untuk keluarga-keluarga kami juga. Saya impikan sesuatu yang sangat indah. Saya tidak sedar yang saya berusaha untuk mengontrol pekerjaan Tuhan dalam hidup saya, saya mahukan Tuhan buat begini dengan saya, saya mahukan Tuhan bekerja seperti itu dalam kehidupan saya. Saya langsung tidak sedar yang doa-doa saya tidak memuliakan Tuhan malah berusaha untuk menyuruh Tuhan membuat sesuatu yang baik dalam kehidupan saya. The motive of our prayer is supposed to be to honor Him and not to control Him.

Tuhan katakan, rancanganmu bukanlah rancanganKu. Apa yang kita impikan mungkin sangat baik pada pandangan kita, tapi Tuhan mempunyai rancangan yang lebih baik lagi. Sesuatu yang tak pernah dilihat, tak pernah didengar, tak pernah timbul dalam hati kita, itulah yang Dia sediakan bagi kita. Apabila saya mengalami situasi yang tidak saya jangkakan, saya blame diri sendiri. Saya katakan kepada Tuhan, apakah kekurangan yang ada pada diri saya? Apakah saya tidak layak untuk dia? Secara manusia, saya sudah memiliki kebanyakan asset yang dikejar sesetengah orang, apakah itu belum mencukupi?

Setelah beberapa hari berlalu, saya semakin dikuatkan. Saya tahu ramai kawan-kawan saya yang sedang berdoa untuk saya juga. Saya sangat bersyukur punya teman-teman yang sangat prihatin. God bless you guys… Saya mulai belajar untuk bersyukur. Lama-kelamaan saya dapat melihat banyak kebaikkan yang saya perolehi daripada kekecewaan itu. Antaranya;

• Saya dibentuk untuk menjadi peribadi yang lebih matang
• Iman saya semakin dikuatkan
• Saya sedar akan keprihatinan Tuhan dan benar-benar merasakan cinta Tuhan kepada saya yang amat luar biasa. Dia tidak memandang siapa saya pada masa lalu.
• Saya semakin dapat melihat pekerjaan Tuhan dalam hidup saya
• Saya ditegur untuk selalu bersandar kepada Tuhan dalam segala apapun keadaan.
• Berkat Tuhan lebih ketara melalui semua kesukaran itu

Sungguh Tuhan kita itu adalah Allah yang sangat luarbiasa. Dalam Matthew 11:28 mengatakan, ‘come to me, all you who are weary and burdened, and I will give you rest. Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light’. Saya bersyukur kerana kasih yang Tuhan berikan kepada saya untuk melalui semua ini. Kadangkala ada ketika saya tidak dapat menerima kekecewaan yang saya alami, namun ketika itu juga Tuhan mengingatkan saya bahawa Dia tidak pernah lupa janjiNya untuk saya, janji bahawa Dia akan memelihara saya, memberikan masa depan yang penuh harapan, asalkan saja saya terus mengandalkan Tuhan dalam hidup saya, mempercayakan Tuhan untuk mengendali hidup saya.

Jika saya renung kembali, saya lebih banyak mengalami kekalahan dalam mempertahankan iman saya. Sering kali saya gagal dalam pelayanan, gagal untuk mengasihi orang lain, gagal untuk mengampuni orang lain, gagal untuk memberkati orang lain. Namun saya tidak mengalami kekecewaan daripada kegagalan-kegagalan itu. Apabila mengalami kegagalan dalam BGR, seolah-olah pula itu adalah kekecewaan paling dahsyat dalam hidup saya. Tuhan tegur saya untuk mula memfokuskan hidup saya kepada Dia sahaja. Dialah Allah yang berkuasa, yang menciptakan kita. Kita adalah kepunyaanNya. Jika ada luka dalam hidup kita, dengan siapa kah kita harus mengadu? Dengan siapa kita harus bersandar? Bukan kah kita sepatutnya datang kepada Dia yang menciptakan kita? Sang pencipta lebih mengenal ciptaanNya daripada sesiapa pun.

Teguran yang saya terima daripada The Purpose Driven Life, “Those who have hurt you in the past cannot continue to hurt you now unless you hold on to the pain though resentment. Your past is past! Nothing will change it. You are only hurting yourself with your bitterness. For your own sake, learn from it, and then let it go. The Bible says, To worry yourself to death with resentment would be a foolish, senseless thing to do.”

Lagu ini sangat memberkati saya, Dia Mengerti by Maria Shandi

DIA MENGERTI

Terkadang kita merasa
Tak ada jalan terbuka
Tak ada lagi waktu terlambat sudah
Tuhan tak pernah berdusta
Dia s’lalu pegang janjinya
Bagi orang percaya mukjizat nyata

Dia mengerti
Dia peduli
Persoalan yang sedang terjadi
Dia mengerti, Dia peduli
Persoalan yang kita alami
Namun satu yang Dia minta agar kita percaya
Sampai mukjizat menjadi nyata

Tuesday, May 26, 2009

Thought of the day

Too Often

Too often we don't realize
What we have until it is gone.
Too often we wait too late to say
"I'm sorry - I was wrong."
Sometimes it seems we hurt the ones
We hold dearest to our hearts;
And we allow foolish things
To tear our lives apart.
Far too many times we let
Unimportant things into our minds;
And then it's usually too late
To see what made us blind.
So be sure that you let people know
How much they mean to you.
Take the time to say the words
Before your time is through.
Be sure that you appreciate
Everything you've got;
And be thankful for the little things
in life that mean a lot.

Friday, February 6, 2009

Today....

Hari ni seluruh KK hujan the whole day, so we just stay in office...rainy day is a disaster for us huhuhu...there is nothing we can do to run our project progress on site...

Yesterday, saya sangat bersyukur sebab Allah yang saya sembah menuntun sepanjang perjalanan saya dari awal pagi ke tempat kerja sehinggalah balik dari kerja in the afternoon. Semasa balik dari kerja, kali ini saya menggunakan jalan Lintas since my cousin tumpang kawan dia hari ini. so, on the way balik, i drive with usual speed 80km/h (well that's consider regular speed rite..?). Usually when i m alone, i like to sing along...sing and shout loud hehe..so, i m on my routine when suddenly the car in front of me stop (all of sudden!!!) there is a U turn over there and many cars are on queue. We are only about 3-4m away each other before and driving on the same speed.. I m shaking! i almost hit his car...with my 80km/h speed, i could just injured my self badly or even kills me..it's really scared me, i couldn't stop thank God for keep me safe and avoid me from involve in accident. Really thanks God i arrived home safely!

Today, : we gonna have fellowship tonight, I really hope that we will be blessed to bless others!

have a wonderful day!